PENERAPAN E-PDC (ELECTRONIC-PATIENT DATA CARD)

PENERAPAN E-PDC (ELECTRONIC-PATIENT DATA CARD)

diajukan sebagai pemenuhan tugas Pemanfaatan Teknologi Dalam Keperawatan dengan dosen: Ns. Retno Purwandari, M.Kep.

MAKALAH

oleh

Kelompok 7

 

 

 

 

Delly Awallia                         NIM 112310101054

Eka Yuli Ana                         NIM 122310101007

Nurwahidah                          NIM 132310101026

Tria Permatasari                   NIM 132310101042

Ratih Dwi Ariningtyas          NIM 132310101052

Arifah Novia Ziyada             NIM 142310101021

Yessi Anggun Perdana         NIM 142310101023

Eka Putri Fajari Yati            NIM 142310101135

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

UNIVERSITAS JEMBER

2015

 

 

BAB 1. RANCANGAN PROGRAM UNTUK RUMAH SAKIT

  • Rancanggan e-PDC
aaaa
Contoh tampilan e-PDC

e-PDC ( Electronic- Patient Data Card ) adalah suatu program berupa kartu data pasien yang bersifat elektrik. Seperti halnya dengan kartu ATM,  pada e-PDC ini bagian luar pada sisi depan terdapat : barcode; lambang e-PDC; tanggal pembuatan; dan kode seri serta tanda tangan pemiliki atau wali. Sedangkan untuk bagian luar pada sisi belakang dari e-PDC terdapat  identitas pasien yang meliputi: nama, tanggal lahir, nama ibu serta nomer identitas pasien. Tidak hanya e-PDC saja, akan tetapi akan ada suatu mesin yang berfungsi sebagai alat pembaca dari e-PDC. Semua rekam medic pasien akan disimpan oleh Rumah Sakit di computer. Rekam medic yang berisi data pasien, biasanya hanya dapat dimiliki oleh rumah sakit yang dahulunya pasien pernah  kunjungi. Aka tetapi, dengan adanya e-PDC ini semua data akan bisa diperoleh apabila pasien membawa kartu ini.

 e-PDC mempunyai sistem yang sama seperti kartu ATM. Hanya saja kalau ATM berisi saldo uang pemilik, sedangkan untuk e-PDC ini akan  berisi data mengenai kesehatan  pemiliknya (pasien). Jadi, setiap rumah sakit akan memiliki mesin yang akan digunakan untuk mengoperasikan e-PDC. Mesin yang digunakan untuk e-PDC merupakan mesin yang khusus. Semua orang dapat memiliki e-PDC ini dengan cara melakukan pendaftaran di Rumah Sakit yang menjalankan program e-PDC . Pasien yang ingin memiliki e-PDC ini harus mengisi persetujuaan atau bersedia kemudian akan dilakukan pengkajian mengenai kesehatan klien. Pembuatan e-PDC tidak ada ketentuan usia. Maka dari itu, dianjurkan untuk semua orang memiliki kartu ini, tidak hanya orang yang sakit saja. Oleh sebab itu, ketika seseorang yang sakit  hendak ingin berobat ke rumah sakit maka hasilnya pengkajian atau riwayat penyakit pasien  dapat dimasukkan e-PDC.

      Sistem data dari e-PDC akan terpusat hanya pada  satu tempat, misalnya di daerah Jember ada 3 Rumah Sakit yang menerapkan program e-PDC ini maka akan ada satu Rumah Sakit yang menjadi pusat  atau bank  untuk datanya. Pendaftaran e-PDC bisa dilakukan di Rumah sakit yang menerapkan program e-PDC tersebut. Jadi, ketika seorang pasien berobat atau opname di Rumah Sakit A yang menggunakan program e-PDC, maka semua data rekam medic pasien akan dimasukkan ke e-PDC. Namun, sebelumnya pasien akan dimintai persetujuan penggunaan e-PDC ini. Hal ini dikarenakan data yang dimasukkan bersifat pribadi. Selanjutnya, ketika pasien yang sudah memiliki e-PDC ini mereka dapat berobat atau memeriksakan kesehatan di Rumah Sakit B yang juga menjalankan program e-PDC. Selanjutnya, ketika kartu e-PDC ini dimasukkan ke mesin, maka semua data riwayat kesehatan pasien akan terbaca di dalam mesin. Apabila suatu Rumah Sakit tidak menerapkan program ini, maka rekam medic yang ada pada e-PDC.

      e-PDC ini bentuknya seperti kartu ATM sehingga memungkinkan terjadi kerusakan dan hilang. Namun, tidak usah khawatir, karena e-PDC ini memiliki pusat data. Jadi bisa dilakukan pembuatan e-PDC lagi ketika terjadi kerusakan atau hilang. Tetapi, pembuatan e-PDC ini harus di Rumah Sakit yang menjadi pusat atau bank data saja. Meskipun kartu e-PDC telah berganti, tetapi isinya akan tetap ada seperti semula karena pusat atau bank data akan memasukkan semua datanya. Pembuatan e-PDC kembali bagi yang rusak atau hilang bisa dilakukan asalkan masih mengetahui nomer identitas dan passwordnya.

      Pemilik e-PDC ini tidak ada batasan usia minimal untuk memiliki kartu tersebut, jadi semua orang dapat memiliki e-PDC ini. Dianjurkan untuk bayi baru lahir sudah dibuatkan e-PDC. Bayi baru lahir bisa memiliki e-PDC dengan cara orang tua wali melakukan pendaftaran untuk bayinya. Jadi, pada bagian belakang kartu akan terdapat tanda tangan dan bisa diwakili oleh orang tua wali. Contohnya ada pasien ingin melakukan pendaftaran e-PDC ini sedangkan usianya sudah 20 tahun, maka data kesehatannya yang terdapat pada e-PDC berawal saat pasien tersebut membuat kartu ini. Jadi, dianjurkan untuk bayi lebih baik memiliki kartu ini sejak lahir untuk mempermudah mengetahui riwayat kesehatan pasien dengan sebuah kartu.  e-PDC ini dapat memudahkan tenaga kesehatan khususnya perawat untuk menegakkan diagnosa. Pada saat e-PDC dimasukkan dalam mesin, maka akan muncul semua data terkait kesehatan pasien. Data tersebut akan mempermudah perawat dalam mendapatkan data pengkajian meliputi riwayat kesehatan dahulu dari pasien. Sehingga perawat akan cepat menentukkan diagnose, sehingga waktu perawat menjadi lebih efektif untuk melakukan pelayanan kesehatan dengan adanya e-PDC ini. Akan tetapi, tidak mudah menerapkan program e-PDC ini karena tidak semua Rumah Sakit memiliki alatnya. Kedepannya diharapkan semua Rumah Sakit di Indonesia bisa menerapkan program e-PDC ini.  Dengan adanya  e-PDC ini akan membuat data rekam medic pasien lebih praktis karena hanya dengan sebuah kartu yang bisa dibawa kemana pun oleh pemiliknya. Ketika pasien berpergian ke luar kota, hanya membawa kartu e-PDC ini akan dapat berobat di RS yang ingin dikunjungi. Pada saat memeriksaan kesehatan pemilik hanya menunjukkan kartu e-PDC ini.

            e-PDC ini berisi informasi tentang pasien yang sangat penting untuk pengobatan dirinya. Data yang khas pada chip kartu ialah identitas pasien, informasi tentang asuransi, data darurat, riwayat medis dan resep elektronik. Selain itu, data yang khas pada kartu e-PDC adalah: data pribadi pasien (nama, alamat, tanggal lahir, nomor telepon), digital sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi yang tepat, asuransi pasien (asuransi, nomor jaminan sosial, tanggal kadaluwarsa), database medis kecil pasien (informasi tentang penyakit, pengobatan, golongan darah, alergi, diabetes), data resep (obat, dosis, tanggal resep yang dikeluarkan), dompet elektronik untuk potensial, identifikasi nomer pribadi pasien (PIN) dan kunci kriptografi untuk otentikasi bersama antara kartu dan smart card reader sistem kesehatan.

Kartu data pasien (PDC) adalah pengantar data pasien secara praktis. Sehingga, setiap saat pasien memiliki data dan informasi kesehatan yang lengkap serta praktis. Mereka selalu memiliki informasi penting ketika datang, baik dalam keadaan darurat .Dalam keadaan normal, penggunaan kartu tersebut memberikan data dan menetapkan mencari pengobatan untuk pasien yang tepat.

            Keuntungan dari kemampuan mobilitas data tersebut bagi para profesional di bidang kesehatan yaitu  mereka dapat bekerja dengan lancar dan diverifikasi informasi tentang kesehatan pasien. Lebih mudah untuk mendapatkan pengobatan lebih baik dan menghindari risiko yang berbahaya terhadap resep obat kombinasi dengan data ini. Keuntungan lain yang didaptkan dalam penggunaan e-PDC oleh para profesional di bidang kesehatan yaitu kemampuan mobilitas data. Kenyataan bahwa mereka bekerja sama dengan melakukan verifikasi dan dapat diandalkan informasi mengenai kesehatan pasien.

  • Kelebihan e-PDC
    • Kelebihan dari e-PDC adalah :
  1. Memperincikan riwayat kesehatan pasien secara jelas dan benar.
  2. Memberikan informasi tentang riwayat kesehatan pasien dalam jangka waktu yang lama.

Data yang ada dalam e-PDC ini dapat di simpan dalam waktu yang relatif lama. Data ini hanya akan hilang atau tidak terbaca apabila kartu e-PDC tersebut rusak atau hancur.

1. Data valid sesuai riwayat kesehatan

Data dari e-PDC valid dikarenakan data tersebut di dapatkan dari wawancara antara perawat atau tenaga kesehatan dengan klien atau pasien tersebut. Pada tahap ini diharapkan perawat mampu untuk menggali informasi mengenai riwayat penyakit yang pernah di derita oleh kliennya.

2. Data yang ada di e-PDC sama lengkapnya dengan data yang ada di rekam medik

Data yang ada di e-PDC sama lengkapnya dengan data yang ada di rekam medic, hal ini dikarenakan data tersebut di ambil dari sumber yang sama yaitu klien.

3. Lebih aman dan tidak bisa dimanipulasi orang lain karena adanya barcode

Di dalam e-PDC akan disertakan barcode agar data yang ada tidak mudah untuk di hack. Seperti yang kita tahu e-PDC merupakan sebuah sistem yang berisi kumpulan data pasien, riwayat penyakit pasien yang bersifat privasi. E-PDC atau seperti halnya rekam medic hanya bisa dilihat oleh orang yang berkepentinganuntuk memperoleh data tersebut ataupun petugas rekam medic. E-PDC hanya bisa di lihat oleh tenaga kesehatan yang berkepintingan dan klien yang mempunyai riwayat tersebut.

  • Peran Perawat
  1. Menanyakan kepada pasien yang menggunakan e-PDC untuk memberikan informasi dan riwayat kesehatan yang benar-benar valid agar tidak terjadi kesalahan saat kontrol kesehatnnya atau saat masuk rumah sakit. Sehingga yang dikatakan pengguna e-PDC dapat dipertanggungjawabkan untuk membantu meningkatan kesehatan pasien dimasa mendatang.
  2. Perawat mensosialisasikan e-PDC pada penduduk yang belum ataupun yang sudah menggunakan kartu ini tentang pentingnya menggunakan e-PDC di era sekarang untuk meningkatkan derajat kesehatan
  3. Perawat membantu pasien agar mengetahui cara kerja e-PDC, sehingga masyarakat tidak ragu lagi terhadap e-PDC
  4. Perawat harus bisa membuat pasien percaya bahwa e-PDC ini tidak dapat dimanipulasi ataupun diketahui orang lain tanpa seijin pemiliknya
  5. Perawat harus bisa menjaga kerahasiaan riwayat kesehatan pasien
  6. Perawat harus bisa memvalidasi data bahwa riwayat kesehatannya benar dan tidak ada kekeliruan
  7. Perawat harus mampu dalam menggali riwayat kesehatan pasien
  8. Perawat harus teliti dalam mengoperasikan dan mengisi data e-PDC.

BAB 2. LANGKAH PEMBUATAN

E-PDC merupakan sebuah sistem yang berisi kumpulan data pasien dan pelayanan kesehatan apa yang pernah di dapat dalam sebuah kartu. Kartu ini bisa dibawa oleh pasien, dan jika diperlukan pada rumah sakit yang berbeda maka akan ada data pasien pada e-PDC. Hal ini karena sistem data e-PDC menggunakan barcode yang ada pada e-PDC  dan secara otomatis data rekam medik pasien akan terbaca di Rumah Sakit manapun yang mempunyai alat scanner pembaca e-PDC. Sistem kartu ini hampir mirip dengan sistem ATM. E-PDC hanya bisa dibaca oleh alat scanner khusus e-PDC yang disebutkan diatas. Semua data rekam medis pasien yang memiliki kartu e-PDC ini akan tersimpan pada bank data yang mana bank data ini hanya akan ada salah satu Rumah Sakit di kabupaten Jember. Dalam rancangan penerapan e-PDC diperlukan penyuluhan bagaimana dan langkah pembuatan cara kerja  dari alat ini, bagaimana alat ini bisa berjalan sesuai yang diharapkan sehingga dapat memberi manfaat bagi dunia kesehatan, khususnya keperawatan.

kartu2
Skema Mekanisme e-PDC

 

Penjelasan skema mekanisme e-PDC :

Perawat mengkonsultasikan dengan keluarga pasien mengenai kesediaan penggunaan dan pembuatan e-PDC. Jika pasien dan keluarga tidak bersedia maka pasien tidak akan dibuatkan e-PDC dan hanya menggunakan sistem data rekam medis manual/ komputerisasi yang biasa digunakan oleh Rumah Sakit. Namun, jika pasien bersedia maka pasien akan dibuatkan e-PDC dengan menyetujui surat pernyataan ketersediaan pembuatan e-PDC. Setelah itu, data pengkajian yang dilakukan oleh perawat akan di input oleh petugas rekam medis pada e-PDC pasien tersebut. Setelah e-PDC pasien tersebut jadi, kartu tersebut boleh dibawa oleh pasien itu sendiri atau walinya. Jika pasien dalam keadaan sakit, kartu ini digunakan untuk membantu pasien dalam menegakkan diagnosa melalui data pasien yang ada pada e-PDC. Sedangkan jika pasien dalam keadaan sembuh atau sehat, kartu ini disimpan oleh pasien dan digunakan lagi jika pasien memerlukan pelayanan kesehatan lagi, baik itu di rumah sakit yang sama dari sebelumnya maupun rumah sakit yang berbeda dari sebelumnya, selama rumah sakit tersebut memiliki alat scan yang bisa membaca data pada e-PDC.

Berikut hal yang harus diperhatikan dalam menyusun format E-PDC, diantaranya:

  1. Keakuratan data yang diberikan pasien kepada perawat termasuk riwayat penyakit pasien.
  2. Keakuratan pengkajian yang dilakukan oleh perawat.
  3. Ketelitian rekam medik dalam menginput data pasien.
  4. Koordinasi yang baik antara pasien, perawat, dan rekam medis.

E-PDC adalah suatu sistem data pengkajian yang merangkum setiap pelayanan kesehatan dan riwayat kesehatan yang pernah pasien alami. E-PDC merupakan suatu sistem yang memerlukan kerjasama dengan petugas rekam medis, karena berhubungan dengan arsip data pasien. Sistem data ini akan sangat membantu perawat dalam memperoleh data keadaan pasien yang lebih lengkap.

Karena sesuai dengan inti tujuan Undang Undang Nomor RI Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit yakni:

  1. Mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
  2. Memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien, masyarakat, lingkungan rumah sakit dan sumber daya manusia di rumah sakit.
  3. Meningkatkan mutu dan mempertahankan standar pelayanan rumah sakit.
  4. Memberikan kepastian hukum kepada pasien, masyarakat, sumber daya manusia rumah sakit, dan Rumah Sakit.

Pada saat awal pasien masuk rumah sakit, e-PDC yang terisi diawal adalah berupa data umum identitas pasien, riwayat penyakit pasien, dan pelayanan kesehatan apa saja yang pernah diterima oleh pasien. Dengan adanya sistem data ini, pasien bisa mempunyai data kesehatan mengenai dirinya sendiri, dan mempermudah perawat dalam memperoleh data kesehatan yang lengkap mengenai pasien sebelum-sebelumnya. Sistem ini juga memperbaharui alat yang digunakan dalam dunia kesehatan sehingga bisa terus up to date.

Untuk langkah pembuatan E-PDC jika orang  yang sehat caranya adalah pasien bisa datang ke rumah sakit yang menyediakan layanan ini dengan cara pasien melakukan anamnesa dengan perawat terkait data yang diperlukan. Setelah anamnesa selesai data yang sudah didapat akan diinput oleh rekam medik ke E-PDC pasien tersebut. Setelah proses penginputan data selesai dilakukan, pasien dapat kembali lagi untuk mengambil E-PDC nya yang sudah jadi 3 hari kemudian. Sebaiknya pasien tidak dianjurkan untuk datang seorang diri, melainkan ditemani keluarganya atau wali yang benar-benar dekat dengan pasien tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk mengklarifikasi lebih lanjut data yang diberikan oleh pasien agar data didapatkan lebih akurat. Sedangkan untuk orang sakit sebenarnya alurnya sama, hanya saja data yang didapat selama pasien menjalani rawat inap di Rumah Sakit tersebut juga di input kedaam E-PDC pasien.

kartu

   Alat untuk men-scan data dari e-PDC ini akan ada pada rumah sakit, dan hanya rekam medis dan perawat yang merawat bisa langsung melihat isi dari data pasien pada e-PDC. Kemudian perawat menulis data-data yang diperlukan terkait perawatan pasien ke dalam catatan kecil. Yang ditulis hanya data-data yang diperlukan dan dipentingkan saja tidak perlu semua data rekam medik pasien harus ditulis. Dengan hal ini akan tetap menjaga privasi pasien karena apabila file rekam medik tersebut di print atau dipindah filenya kedalam gadget perawat maka hal tersebut akan beresiko data rekam medik pasien bocor.

Sedangkan untuk cara kerja alat ini adalah sebagai berikut:

  1. Pasien akan menyerahkan E-PDCnya kepada perawat, kemudian perawat akan menyerahkannya kepada petugas rekam medis.
  2. Petugas rekam medis akan memasukkan e-PDC tersebut ke alat scanner untuk dapat dibaca.
  3. Setelah itu data pasien akan muncul pada monitor yang sudah terhubung dengan alat scanner pembaca E-PDC.
  4. Kemudian, perawat akan mencatat hal-hal penting yang diperlukan dari data pasien.
  5. Jika telah selesai, maka petugas rekam medis akan mengeluarkan E-PDC tersebut dengan mengklik tombol close pada monitor.
  6. E-PDC yang sudah selesai digunakan, dikembalikan lagi pada pasien untuk disimpan.

DAFTAR PUSTAKA

Milenkovi, et al. 2012. Electronic health system – development and implementation into the health system of the Republic of Serbia. Serbia: Vojnosanitetski Pregled.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*